ARTIKEL E-COMMERS “BUKALAPAK.COM BISA BERMASALAH JUGA”

  • WHAT?

MASALAH/ADUAN/KELUHAN

Masalah adalah hal yang biasa dalam dunia ini, dan memang dunia ini diciptakan seperti itu, firman alloh dalam surat al-balad “SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENCIPTAKAN MANUSIA BERADA DALAM SUSAH PAYAH”ini adalah pertanda segala sesuatu itu pasti mempunya masalah, dan harus diimani bila menjadi seorang yang muslim. Masalah pun tidak mengenal usia, derajat, keilmuan, dan semua aspek di dunia, karena masalah  manusia belajar ketidak sempurnaan, belajar, berusaha, dan itu tidak terkecuali pada kreasi manusia, pasti mempunyai cacat produk, dan itu terjadi pada situs jual beli e-commers www.bukalapak.com.

Sumber berita online http://nasional.news.viva.co.id, “Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyebutkan, telah menerima 781 pengaduan konsumen secara tertulis dan 1.038 lewat telepon mengenai keluhan, konsultasi, serta informasi perihal perlindungan konsumen dari masyarakat sepanjang 2016”.  Adapun pengaduan tersebut didominasi pada jasa keuangan dengan total aduan sebanyak 32 persen (249 aduan), dominasi kedua pada perumahan dengan total aduan sebanyak 16 persen (65 aduan), dan dominasi ketiga pada belanja online (e-commerce) dengan total aduan sebanyak delapan persen (65 pengaduan).Sedangkan permasalahan e-commerce terbesar adalah prosedur refund yang menyulitkan. “Di era digital saat ini butuh perhatian serius dari pemerintah, karena diyakini pertumbuhan e-commerce akan meningkat tiap tahunnya,”

Husna Zahir, Pengurus Harian YLKI mengatakan, e-commerce rawan penipuan. Ketidaksesuaian jenis dan kualitas barang yang dijanjikan, ketidaktepatan waktu pengiriman barang, serta keamanan transaksi adalah yang paling banyak dikeluhkan. Mereka sudah membayar tapi barang tak kunjung datang.

Tahun 2013, YLKI sedikitnya menerima 13 pengaduan dari konsumen e-commerce. Dari jumlah tersebut hanya seperempatnya saja yang dapat diselesaikan.

Lebih dari separuhnya dapat dikategorikan penipuan, karena barang tidak diterima meski uang telah dikirimkan, sementara pelaku bisnisnya tidak dapat ditelusuri.

Tingginya pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia juga diiringi dengan peningkatan volume transaksi yang semakin pesat melalui media internet, e-commerce. Permasalahannya, pelaku e-commerce bukan hanya perusahaan melainkan juga individu, people-to-people. Mereka menganggap ini adalah peluang atau sebagai pekerjaan baru untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Menurutnya, ini menjadi persoalan tersendiri. Jika terjadi masalah akan sulit untuk ditindaklanjuti. Beberapa keluhan konsumen tidak bisa diproses karena tidak jelas (fiktif) perusahaannya.

YLKI menghimbau sebelum melakukan transaksi, ketahui betul perusahaan atau penyedia produk yang akan dikontak, pastikan perusahaannya jelas. Jika hanya terpaku pada website dan email saja, itu tidak bisa memberi jaminan jika nantinya terjadi masalah.

Selain itu, pastikan rekening atas nama perusahaan, minimal itu terdata. Karena jika nama perorangan berpotensi sulit untuk ditindaklanjuti. Bank tidak sembarangan memberikan idetitas pemilik rekening karena alasan privasi. Bank hanya akan bertindak bila kasus tersebut dipidanakan terlebih dahulu, dan itu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

“Kami pernah mendapat beberapa pengaduan dari luar negeri lewat email. Mereka menyebutkan nama dan rekening, setelah ditelusuri ternyata tidak ada – fiktif. Kemudian kami melanjutkan penelusuran ke perdagangan ternyata nihil juga. Risiko-risiko seperti ini masih ada,” terangnya.

Untuk mengantisipasi hal itu menurutnya, pastikan perusahaaan yang akan bertransaksi dengan kita jelas dan terdaftar. Dengan begitu konsumen memiliki kepastian apabila terjadi sesuatu. Mereka terlindungi.

Undang-undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) memberikan dua hal penting. Pertama, pengakuan transaksi elektronik dan dokumen eletronik dalam rangka perikatan dan hukum pembuktian, sehingga kepastian hukum transaksi elektronik dapat terjamin.

Kedua, diklasifikasinya tindakan-tindakan yang termasuk kualifikasi pelanggaran hukum terkait penyalahgunaan TI (Teknologi Informasi) disertai dengan sanksi pidananya. Dengan begitu setidaknya kegiatan e-commerce mempunya basis legal.

Sementara, undang-undang Perlindungan Konsumen Nomor 8  Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Republik Indonesia menjelaskan bahwa hak konsumen di antaranya adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang atau jasa.

Undang-Undang ini juga menjelaskan mengenai hak untuk memilih barang atau jasa, serta mendapatkan barang atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan, hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.

Konsumen juga berhak mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagai mestinya.

Huzna menambahkan meski undang-undangnya sudah ada, perlindungan hukum terhadap konsumen masih belum cukup kuat.  Undang-undangnya harus dipertajam lagi. “Kami terus berdiskusi dengan pihak terkait, apakah ini akan menjadi satu undang-undang sendiri,” jelas Huzna.

Menariknya,meskipun hanya satu pasal, dalam undang-undang perdagangan yang baru sudah ada yang menyinggung soal e-commerce. Sekarang tinggal bagaimana itu diturunkan dengan peraturan pemerintah dan menteri terkait untuk memastikan itu bisa dijalankan dan melindungi konsumen.

Pada akhirnya, harus ada peraturan yang jelas untuk melindungi kedua belah pihak, baik pembeli maupun penjual. Hanya dengan begitu e-commerce dapat tumbuh secara maksimal seperti yang diperkirakan banyak pihak.

  • WHO BUKA LAPAK

Sebelum membahas ke inti artikelnya, alangkah baiknya kita mengenal dulu apa/siapa itu www.bukalapak.com, Bukalapak merupakan salah satu pasar daring (online marketplace) terkemuka di Indonesia (biasa dikenal juga dengan jaringan toko daring ) yang dimiliki dan dijalankan oleh PT. Bukalapak. Seperti halnya situs layanan jual – beli daring (online) dengan model bisnis consumer-to-consumer (C2C), Bukalapak menyediakan sarana penjualan dari konsumen-ke-konsumen di mana pun. Siapa pun bisa membuka toko daring untuk kemudian melayani calon pembeli dari seluruh Indonesia baik satuan ataupun dalam jumlah banyak. Pengguna perorangan ataupun perusahaan dapat membeli dan menjual produk, baik baru maupun bekas, seperti sepeda, ponsel, perlengkapan bayi, gawai (gadget), aksesori gawai, komputer, sabak (tablet), perlengkapan rumah tangga, busana, elektronik, dan lain-lain.

Bukalapak memiliki program untuk memfasilitasi para UKM yang ada di Indonesia untuk melakukan transaksi jual beli secara online. Hal ini dikarenakan transaksi melalui online dapat mempermudah UKM dalam menjual produk-produk yang mereka miliki tanpa harus memiliki toko offline. Untuk yang telah memiliki toko offline, Bukalapak mengharapkan dengan adanya situs tersebut dapat membantu meningkatkan penjualan toko offline tersebut.

Dari laporan keuangan EMTEK tahun 2015 (pemilik 49% saham Bukalapak), diketahui bahwa Bukalapak telah mendapatkan dana investasi dari EMTEK total hingga Rp 439 miliar. Namun sepanjang tahun 2015 Bukalapak tercatat masih merugi hingga Rp 229 miliar rupiah, dengan pemasukan Rp 6,4 miliar.

 

Berikut, cerita keluahan dari seorang pengguna e-commers www.bukalapak.com

Udah seminggu ini masih belum ada balasan dari CS Bukalapak, memang benar sangat susah sekali untuk komplain ke CS Bukalapak. Kirain teman-teman sendiri yang merasakan seperti ini ternyata saya juga kena urusan dengan CS Bukalapak.

Waktu itu saya berkeinginan mencairkan dana yang ada di Bukalapak dan ternyata sekarang sistemnya udah berbeda, untuk mencairkan dana diharuskan verifikasi terlebih dahulu via nomer telepon dan ternyata untuk nomer telepon yang saya daftarkan pada waktu itu kurang 1 angka, jadi saya pastikan sampai kapanpun tidak akan terkirim nomer verifikasi itu apalagi dana saya yang ada di Bukalapak pasti tidak akan bisa cair selamanya kalau saya tidak menghubungi CS.nya.

Kemudian saya berinisiatif menghubungi CS Bukalapak melalui email cs@bukalapak.com pada tanggal 11 Mei 2016 dan selang beberapa jam saya mendapat balasan seperti dibawah ini:

 

Dan saya pun menunggu lebih dari 1×24 jam baru ada balasan dari Bukalapak yang isinya seperti dibawah ini:

 

Tidak lama kemudian saya membalasnya dengan mengirimkan file-file yang diinginkan oleh pihak Bukalapak untuk proses pencairan dana, kemudian lagi-lagi disuruh menunggu 1×24 jam. Dan kemudian setelahnya tidak ada balasan sama sekali setelah menunggu sampai 2×24 jam, akhirnya saya mengirimkan email kembali untuk menanyakan tanggapan dari Bukalapak dan belum juga dibalas sampai sekarang ini, total waktu yang saya butuhkan untuk komplain dan tidak ada kepastian di bukalapak sekitar 7 hari lebih.

Akhirnya saya mencoba menghubungi CS Bukalapak di Call Center 1500350 dan ada jawaban dari seorang mbak-mbak, dari situ saya dimintai email yang bersangkutan untuk di cek, ternyata memang benar saya sudah mengirimkan email untuk proses selanjutnya saya diminta untuk menunggu 2×24 jam. Dari sini saya kaget dan menanyakan kok bisa 2×24 jam mbak? Padahal di email sejak beberapa hari yang lalu hanya disuruh menunggu 1×24 jam dan itupun juga masih belum jelas urusannya sampai saat ini. Mbaknya jawab dengan tenang, untuk waktu yang diberikan berbeda mas antara di email dan telpon, saya pun bingung dan bilang apa bedanya? sama-sama CS.nya kok. Saya pun bersedia menunggu dan berharap masalah seperti ini segera di selesaikan, kan kasian juga kalau emang yang jualan dananya untuk dipakai membeli stock produk baru lagi.

Setelah menghubungi Bukalapak via nomer telpon dan saya menunggu sekitar 12 jam sudah dapat balasan seperti dibawah ini:

Tapi, meski sudah dapat balasan email seperti di atas untuk konfirmasi nomer telpon masih belum bisa dilakukan, yang penting sekarang sudah bisa mencairkan dana.

Saran untuk Bukalapak:

  1. Seharusnya di awal mula pendaftaran akun bukalapak harus mendapatkan kode verifikasi terlebih dahulu, jika belum maka tidak bisa mendaftar. Kalau gak gitu pastinya akan banyak orang yang senasib dengan saya dan melakukan komplain ke CS Bukalapak.
  2. Tolong dibenahi untuk masalah layanan Customer Support, apalagi yang via email, kalau tidak bisa 1×24 jam lebih baiknya diganti saja 7×24 jam agar tidak terlalu berharap mendapatkan balasan.
  3. Segera benahi untuk proses konfirmasi nomer telpon, ketika nomer telpon yang dimasukkan 13 angka tidak ada konfirmasi yang masuk.

 

 

  • Cerita yang berbeda

Pada tanggal 2 Juli 2015, saya tertarik dengan penawaran salah satu pelapak Toko Murah atau Griya Cell di bukalapak.com yang menawarkan MicroSD Sandisk 64GB dengan harga Rp 250.000.

Saya mentransfer ke rekening bukalapak.com sebesar Rp 256.600 yang sudah termasuk ongkos kirim dengan nomor transaksi 150702178513.

Tanggal 6 Juli 2015, pesanan tersebut saya terima. Namun produk yang dikirimkan adalah microSD Samsung 32 GB dan tidak sesuai dengan pesanan saya.

Saya langsung melakukan konfirmasi penerimaan barang di website bukalapak.com dan melaporkan akan melakukan retur barang kepada pihak pelapak.

Keesokan harinya, saya mendapatkan balasan email dari bukalapak.com yang menegaskan komplain saya kepada pihak pelapak dengan memberikan batas waktu 5×24 jam kepada pihak pelapak.

Dan jika tidak ada respon, maka uang yang telah transfer akan dikembalikan 100% kepada saya. Tidak ada respon dari pihak pelapak, saya curiga bahwa saya adalah korban penipuan dari pelapak tersebut.

Setelah saya melihat review dari pelapak tersebut, ternyata yang menjadi korban dengan kasus salah kirim ini lumayan banyak.

Tanggal 8 Juli 2015, di dalam forum Diskusi Pengembalian barang, Saya menuntut kepada pihak pelapak untuk mentransfer biaya pengiriman retur barang tersebut.

Tanggal 12 Juli 2015, bukalapak.com mengirimkan email bahwa uang saya akan dikembalikan 100% dengan syarat barang pesanan tersebut harus dikirimkan ke bukalapak.com.

Saya merasa kecewa dan dirugikan dengan kebijakan bukalapak.com karena biaya pengiriman retur barang tersebut dibebankan kepada saya selaku korban.

Seharusnya saya menerima refund 100% dari uang yang saya transfer ditambah biaya pengiriman retur barang tersebut.

 

Sumber

https://id.wikipedia.org/wiki/Bukalapak

http://ceritanjung.com/susahnya-komplain-ke-cs-bukalapak/

http://news.detik.com/suara-pembaca/2979047/pelapak-salah-kirim-barang-kecewa-tanggapan-bukalapakcom

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/874015-sepanjang-2016-ylki-terima-781-pengaduan-konsumen-nasional

http://www.marketing.co.id/ylki-e-commerce-masih-rawan-penipuan/

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *